Senin, 04 Juni 2012

PUISI


Nanci Lambok Morrito

180110110077

Sastra indonesia/A

Pengkajian Puisi


Senja di Pelabuhan Kecil
Karya Chairil Anwar
buat: Sri Ajati

Ini kali tidak ada yang mencari cinta
di antara gudang, rumah tua, pada cerita
tiang serta temali. Kapal, perahu tiada berlaut
menghembus diri dalam mempercaya mau berpaut

Gerimis mempercepat kelam. Ada juga kelepak elang
menyinggung muram, desir hari lari berenang
menemu bujuk pangkal akanan. Tidak bergerak
dan kini tanah dan air tidur hilang ombak.

Tiada lagi. Aku sendiri. Berjalan
menyisir semenanjung, masih pengap harap
sekali tiba di ujung dan sekalian selamat jalan
dari pantai keempat, sedu penghabisan bisa terdekap




Menganalisi puisi Senja di Pelabuhan Kecil
Karya Chairil Anwar buat: Sri Ajati

Puisi ini merupakan puisi perasaan cinta, dimana Chairil Anwar menggambarkan perasaan seseorang lelaki yang sedang jatuh cinta dan ingin menyampaikan kepada seorang wanita yaitu yang bernama Sri Ajati. Makna puisi ini sendiri sangat mendalam apalagi kata-katanya yang sangat romantisisme. Jika kita cermati memang bahasa atau kata tiap kata yang digunakan memang bernuansa sastra yaitu banyak sekali bahasa kias yang digunakan oleh Chairil Anwar contohnya saja tiang serta temali. Kapal, perahu tidak berlaut, dan mungkin sedikit susah kita pahami atau mengerti. Kata itu mungkin akan kita pahami jika kita lihat di kamus Bahasa Indonesia. Dalam puisi ini juga terdapat citraan pengeliatan. Banyak pesan yang disampaikan oleh puisi ini terutama tentang arti cinta sejati, kesetiaan menunggu datangnya cinta dan kesedihan terhadap cinta.

Pada bait pertama puisi yaitu        Ini kali tidak ada yang mencari cinta
                                                di antara gudang, rumah tua, pada cerita
                                                tiang serta temali. Kapal, perahu tiada berlaut
                                                menghembus diri dalam mempercaya mau berpaut

Menurut saya kata-kata pada bait pertama ini diartikan sebagai kesedihan yaitu kesedihan terhadap cinta yang tak kunjung datang pada orang itu, jelas makna dari perahu tiada berlaut menghembus diri dalam mempercayai maut berpaut adalah itu, seperti terus berjuang mencari datangnya cinta.

Pada bait kedua puisi yaitu           Gerimis mempercepat kelam. Ada juga kelepak elang
menyinggung muram, desir hari lari berenang
menemu bujuk pangkal akanan. Tidak bergerak
dan kini tanah dan air tidur hilang ombak.

Maksud dari gerimis mempercepat kelam, maksudnya disini menurut saya yaitu gerimis itu bisa dikatakan rintik-rintik hujan, yang mana membuat suatu perasaan menjadi sedikit hampa. Sedangkan mempercepat kelam disini maksudnya yaitu suatu cucuran air rintik rintik hujan tersebut membuat cepatnya hari-hari yang berlalu. Ada juga kata muram yang berarti suatu perasaan kehampaan atau kekecewaan.

Pada bait ketiga puisi yaitu            Tiada lagi. Aku sendiri. Berjalan
menyisir semenanjung, masih pengap harap
sekali tiba di ujung dan sekalian selamat jalan
dari pantai keempat, sedu penghabisan bisa terdekap

Menurut saya maksud dari bait ketiga ini yaitu menggambarkan suatu perasaan kesendirian setelah ditinggal dengan kekasihnya, dan orang yang ada didalam puisi ini masih berharap kekasih hatinya datang kelak dan akan menjadi cinta sejatinya.

            Chairil Anwar sangat indah memperpadukan kata demi kata sehingga menimbulkan suatu makna yang sangat mendalam dalam setiap kalimat. menurut saya pribadi judul dari puisi ini Senja di Pelabuhan Kecil berarti suatu penantian disamping suatu harapan yang sangat kecil.












Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.