Nanci Lambok Morrito
180110110077
Sastra indonesia/A
Pengkajian Puisi
Senja
di Pelabuhan Kecil
Karya
Chairil Anwar
buat:
Sri Ajati
Ini
kali tidak ada yang mencari cinta
di
antara gudang, rumah tua, pada cerita
tiang
serta temali. Kapal, perahu tiada berlaut
menghembus
diri dalam mempercaya mau berpaut
Gerimis
mempercepat kelam. Ada juga kelepak elang
menyinggung
muram, desir hari lari berenang
menemu
bujuk pangkal akanan. Tidak bergerak
dan
kini tanah dan air tidur hilang ombak.
Tiada
lagi. Aku sendiri. Berjalan
menyisir
semenanjung, masih pengap harap
sekali
tiba di ujung dan sekalian selamat jalan
dari
pantai keempat, sedu penghabisan bisa terdekap
Menganalisi puisi Senja di Pelabuhan Kecil
Karya
Chairil Anwar buat: Sri Ajati
Puisi ini merupakan puisi perasaan cinta, dimana Chairil
Anwar menggambarkan perasaan seseorang lelaki yang sedang jatuh cinta dan ingin
menyampaikan kepada seorang wanita yaitu yang bernama Sri Ajati. Makna puisi
ini sendiri sangat mendalam apalagi kata-katanya yang sangat romantisisme. Jika
kita cermati memang bahasa atau kata tiap kata yang digunakan memang bernuansa
sastra yaitu banyak sekali bahasa kias yang digunakan oleh Chairil Anwar
contohnya saja tiang serta temali. Kapal,
perahu tidak berlaut, dan mungkin sedikit susah kita pahami atau mengerti.
Kata itu mungkin akan kita pahami jika kita lihat di kamus Bahasa Indonesia.
Dalam puisi ini juga terdapat citraan pengeliatan. Banyak pesan yang
disampaikan oleh puisi ini terutama tentang arti cinta sejati, kesetiaan
menunggu datangnya cinta dan kesedihan terhadap cinta.
Pada bait pertama puisi yaitu “Ini kali tidak ada yang
mencari cinta
di antara gudang, rumah tua,
pada cerita
tiang serta temali. Kapal,
perahu tiada berlaut
menghembus diri dalam mempercaya
mau berpaut”
Menurut saya kata-kata pada bait pertama ini diartikan
sebagai kesedihan yaitu kesedihan terhadap cinta yang tak kunjung datang pada
orang itu, jelas makna dari perahu tiada
berlaut menghembus diri dalam mempercayai maut berpaut adalah itu, seperti
terus berjuang mencari datangnya cinta.
Pada bait
kedua puisi yaitu “Gerimis
mempercepat kelam. Ada juga kelepak elang
menyinggung muram, desir hari lari
berenang
menemu bujuk pangkal akanan. Tidak bergerak
dan kini tanah dan air tidur hilang
ombak.”
Maksud dari gerimis
mempercepat kelam, maksudnya disini menurut saya yaitu gerimis itu bisa dikatakan rintik-rintik hujan, yang mana membuat
suatu perasaan menjadi sedikit hampa. Sedangkan mempercepat kelam disini maksudnya yaitu suatu cucuran air rintik
rintik hujan tersebut membuat cepatnya hari-hari yang berlalu. Ada juga kata
muram yang berarti suatu perasaan kehampaan atau kekecewaan.
Pada bait ketiga puisi yaitu “Tiada lagi. Aku sendiri. Berjalan
menyisir semenanjung, masih pengap harap
sekali tiba di ujung dan sekalian
selamat jalan
dari pantai keempat, sedu penghabisan bisa terdekap”
Menurut saya maksud dari bait ketiga ini yaitu menggambarkan
suatu perasaan kesendirian setelah ditinggal dengan kekasihnya, dan orang yang
ada didalam puisi ini masih berharap kekasih hatinya datang kelak dan akan
menjadi cinta sejatinya.
Chairil
Anwar sangat indah memperpadukan kata demi kata sehingga menimbulkan suatu
makna yang sangat mendalam dalam setiap kalimat. menurut saya pribadi judul
dari puisi ini Senja di Pelabuhan Kecil berarti suatu penantian disamping suatu harapan yang sangat
kecil.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.