Senin, 04 Juni 2012

FILM


Kajian Film “KEJARLAH DAKU KAU KUTANGKAP”
Tugas mata kuliah Apresiasi Film Indonesia


Nanci Lambok Morrito
180110110077
Sastra Indonesia/ A

Fakultas Ilmu Budaya
 Universitas Padjadjaran
2011 /2012

I.              Pendahuluan

1.1   Film “KEJARLAH DAKU KAU KUTANGKAP” Sutradara  Chaerul Umam
1.2   Sineas Indonesia
Chaerul Umam
lahir di Tegal, Jawa Tengah, pada tanggal 4 april 1943 adalah seorang sutradara Indonesia. beliau menamatkan pendidikannya di Universitas Gadjah Mada Yogyakarta. Beliau banyak mendapat penghargaan atas karya-karyanya yang dibuatnya. Salah satu Penghargaan yang sangat luar biasa yaitu Piala Citra untuk Sutradara Terbaik dalam film Ramadhan dan Ramona (1992). Selain itu karya-karyanya juga masuk nominasi penghargaan.

 Karya-karya yang telah diciptakan adalah :
·           Ketika Cinta Bertasbih 2 (2009)
·           Ketika Cinta Bertasbih (2008)
·           Fatahillah (1997)
·           Al Kautsar (1977)
·           Titian Serambut Dibelah Tujuh (1982)
·           Nada dan Dakwah (1992)
·           Kejarlah Daku Kau Kutangkap (1986)
·           Ramadhan dan Ramona (1992)
·           Bintang Kejora (1986)
·           Hati yang Perawan (1984)
·           Keluarga Markum
·           Joe Turun ke Desa (1989)
·           Tiga Sekawan (1975)
·           Cinta Putih {1977)
·           Sepasang Merpati (1979)
·           Jalan Lain ke Sana
·           Jalan Takwa
·           Astagfirullah
·           Maha Kasih - RCTI

Penghargaan yang didapat dalam film Kejarlah Daku Kau Kutangkap yaitu :
Ø    Skenario Terbaik Festival Film Indonesia 1986 yang dibuat olehAsrul Sani
Ø    Piala Bing Slamet Festival Film Indonesia 1986 untuk Film Komedi
Ø    Unggulan Festival Film Indonesia 1986 untuk :
§  Sutradara
§  Pemeran

Film “Kejarlah Daku Kau Kutangkap” Sutradara Chaerul Umam
Film yang di sutradarai oleh Chaerul Umar ini merupakan film terlaris ke-5 di Jakarta pada tahun 1986 dan film ini sendiri berkali-kali diputar. Penonton tidak bosan-bosannya menonton film ini karena filmnya bernuansa komedi romantis dan percintaan. Tiap adegan apalagi ketika sedang berantam dibuat secara lucu oleh tingkah laku pemain itu sebabnya para penonton ini terbawa suasana karena film ini sendiri bernuansa komedi tetapi tidak berlebihan. Film ini mendapatkan penghargaan tidak lain berkat akting para pemainnya. Jalan ceritanya dikemas dengan rapi sehingga dialog-diolog antar tokoh sangat memuaskan para penonton film ini. Meskipun banyak konflik yang terjadi antara Ramadan dan Ramona film ini terlihat lucu karena mimik dan dialig tokoh sehingga mempuat penonton tertawa menontonnya. Film ini dibuat pada tahun 1985 yang berdurasi 109 menit. Selain di sutradarai oleh Chaerul Umam, film ini sendiri diproduseri oleh Bustal Nawawi dan ditulis oleh Asrul Sani.
Pemeran-peranan film ini yaitu : Deddy Mizwar sebagai Ramadan,Lidya Kandouw sebagai Ramona, Ully Artha sebagai Marni, Ikranegara sebagai Markum, Usbanda sebagai Panji, Lina Budiarti sebagai Lina, Henky Sulaiman sebagai Samsu.


II.                Pembahasan Film “KEJARLAH DAKU KAU KUTANGKAP” Sutradara  Chaerul Umam.

2.1   Cerita
Film Kejarlah Daku Kau Kutangkap menceritakan kehidupan Ramadan dan Ramona, yang biasa dipanggil dengan Mona sampai akhirnya mereka menikah. Awal pertemuan mereka berawal dari sebuah foto yang dimuat di surat kabar yang dipotret oleh Ramadan yang memotret tanpa izin. Dari sinilah mereka bertemu, awalnya mereka bersitegang karena Mona dan temannya tidak setuju dengan fotonya yang dibuat disurat kabar tanpa izinnya, dan bertujuan untuk membawa permasalahan ini ke hukum. Tapi karena melihat Ramadan, Mona pun jatuh hati dan terpikat meskipun awalnya temannya Mona yang bernama Marni tidak setuju sama Ramadan karena ia berfikir semua laki-laki buaya darat. Dengan berbagai cara Ramadan mendekati Mona, awalnya hanya bertujuan agar permasalahanya tidak dibawa ke meja hukun. Namun, karena selalu berusaha Ramadan pun akhirnya terpincut sehingga menikahlah mereka berdua. Di awal pernikahan mereka memang romantis tetapi lambat hari perkawinan mereka dihinggapi masalah, permasalahan muncul karena perbedaan pemikiran serta ditambah lagi pihak luar yang berusaha menasehati Ramadan yaitu Markum (pamannya Ramadan) dan Panji (atasan kerja Ramadan). Markum berpendat bahwa wanita adalah manusia yang susah dimengerti dan jangan sampai suami diatur oleh istrinya. Pendapat itulah yang ada dipikiran Ramadan. Di sisi lain pendapat Panji bahwa mengalahlah pada istri. Pendapat mereka berdua membuat Ramadan pusing dan dari sinilah banyak permasalahan yang timbul seperti pada saat Ramadan mengantarkan Mona ke pasar untuk membeli horden tetapi ia malah membeli ember yang jelas-jelas bukan yang harus dibeli. Serta Ramadan sering pulang larut malam dan jika pulang selalu marah-marah dan menyuruh dengan kasar Mona. Terjadilah pertengkaran antara mereka berdua. Mereka berdua awalnya ingin mengajukan perceraian tetapi tidak di izinka oleh kepada desa. Sampai akhirnya  Mona pun keluar dari rumah itu dan tinggal bersama Marni dan ia melanjutkan pekerjaannya yang telah ditinggalkannya semenjak menikah.
Setelah ditinggalkan, rumah mereka menjadi sepi dan Ramadan menjadi seperti orang setres yang bertingkah aneh-aneh. Mereka berdua saling menas-manasi lewat rekan kerja mereka, tetapi mereka berdua kadang kala memikirkan nuansa-nuasa ketika mereka bersama, memang mereka berdua masih saling cinta tapi karena gengsi dan perbedaan karakter itulah serta pihak luar yang membuat mereka terpisah.
Pada suatu hari Ramadan dan Ramona melihat Markum dan Marni sedang berduan, dan ternyata mereka menjalin hubungan dibelakang Ramadan dan Mona. Ramadan kesal melihat pamamnya itu karena dulu dia yang menasehati tentang perkawinanya dengan Mona dan pendapat-pendapat tentang wanita dan ia berkata bahwa ia tak akan menjalin hubungan dengan wanita yang dianggapnya manusia yang tak dapat dimengerti. Ramadan kesal dan jengkel dengan pamannya karena nasehatnyalah ia bias berpisah dengan Ramona. Sampai akhirnya pamannya berkata “kalau masih cinta yang katakanlah pada Mona”.
Akhirnya pun mereka kembali bersama lagi lewat tingkahnya yang konyol, mereka bertemu di pinggir jalan dan mereka berkejaran dan langsung memeluk satu-sama lain ditengah jalan.
Konflik-konflik yang terjadi antara Ramadan dan Ramona dikemas dengan nuansa komedi dalam setiap pertengkaran yang terjadi inilah yang membuat film ini menarik.

2.2   Pesan Moral
Dalam film ini terkandung pesan dan amanat, film yang menceritakan hubungan antara pria dan wanita yaitu Ramadhan  dan Ramona yang dikemas dalam romansa komedi yang menimbulkan suatu arti yaitu antara cinta dan benci, malupun cinta akhirnya mengalahkan segalanya. Pesan dalam film ini menjelaskan bahwa jikalau sudah berkeluarga utamakanlah kelurga (istri) dan jangan sampai mudah terhasut oleh omongan-omongan yang belum pasti karena jika kita percayai tanpa kita kita cari tahu itu akan membuat permasalahan timbul dan dapat menghancurkan perkawinnanya. Karena film ini bercerita tentang hubungan Ramadan dan Ramona yang telah menikah seharusnya permasalahan sekecil apapun jangan diberitahu kepada pihak luar seharusnya dibicarakan terlebih dahulu oleh mereka berdua karena yang tahu jalan keluar masalahnya hanyalah mereka berdua. Inilah artinya dari suatu pernikahan 2 orang telah menjadi 1 dan tidak ada yang bisa memisahkan oleh apapun mereka berdua kecuali maut. Yang seharusnya 1 pikiran 1 pendapat dan sebesar apapun permasalahan yang terjadi dalam pernikahan tetap tidak bisa dipisahkan meskipun itu jalan perceraian, karena sebelumnya kita sudah berjanji dihadapan Tuhan hanya mautlah yang dapat memisahkan mereka berdua. Perbedaan pendapat atau karakter seharusnya dapat dipersatukan lewat bertukar pikiran itulah cara dalam mengatasi semua permasalahan yang ada dalam rumah tangga dan jangan pernah mendiamkan permasalahan yang terjadi.
Hubungan antara wanita dan pria yang seharusnya sama-sama mengerti kodratnya masing-masing apalagi dalam cerita ini mereka berdua telah menikah. Memang dimata Tuhan laki-laki dan wanita sama tetapi tetap perempuan harus dipimpin oleh lakilaki. Dan pemikiran bahwa wanita itu adalah manusia yang lemah itu tidak benar karena manusia itu tidak ada yang lemah meskipun itu wanita sekalipun. Wanita adalah makhluk Tuhan yang kuat bisa dibuktikan dari sifat seorang Ibu yang penyabar dan penyayang kepada anaknya, Ibu itu sendiri adalah seorang wanita. Dan wanita itu sendiri seharusnya dilindungi oleh kaum pria jangan di sakiti. Anggaplah wanita itu seperti Ibumu karena jika kamu mengangap wanita itu Ibumu pasti kalian tidak akan tega menyakitinya.

2.3   Akting
Membicarakan film yang sukses mendapat Piala Antemas sebagai film terlaris pada 1985-1986, Piala Citra untuk skenario terbaik, Piala Bing Slamet untuk komedi terbaik, dan tujuh nominasi, termasuk ‘Film Cerita Terbaik’ dalam ajang penghargaan Festival Film Indonesia ini, tidak lengkap jika tidak menyinggung para pemainnya yang telah memperlihatkan dedikasi yang tinggi pada akting di “Kejarlah Daku Kau Kutangkap”. Deddy Mizwar dan Lidya Kandouw yang memerankan kedua tokoh utama Ramadan dan Ramona tidak hanya menampilkan performa akting yang bagus tetapi juga menghadirkan kemistri yang tidak ada duanya, berhasil sebagai pasangan yang sedang dimabuk cinta dan juga sebaliknya meyakinkan sebagai pasangan suami-istri yang sedang dilanda cobaan sebagai pasangan mudaDeddy Mizwar memang aktor yang pandai memerankan setiap karakter dalam film-film yang pernah dibintanginnya mendapatkan banyak nominasi aktor. Lidya Kandouw juga sama seperti Deddy Mizwar banyak mendapat penghargaan malah karena aktingnya yang bagus ia memerankan film lagi.  Tidak hanya mereka berdua yang sukses memerankan aktingnya tetapi  akting Ully Artha sebagai teman Mona, bernama Marni, aktingnya sebagai teman yang menyebalkan memang juara. Karakter yang bawal sangat dapat dalam perannya. Melihat diolog-dialognya kadang kala kita sebagai penonton juga jengkel pada perannya dan peran inilah yang menobatkan dia mendapat penghargaan sebagai peran pembantu. Dan juga tidak kalah bagus dari akting-akting pemain di atas yaitu Ikranegara sudah pasti tidak terkalahkan, perannya sebagai Markum betul-betul mencuri perhatian. Markum yang tidak lain adalah paman Ramadan boleh saja bertampang kutu buku dan belum kawin tapi jika sudah memberi nasehat tentang wanita, dia jagonya. Markum juga jago untuk urusan mengocok perut penonton bukan dengan adegan-adegan komedi slapstick tetapi dengan tingkah polanya yang pelit senyum dan juga sekali lagi dialog-dialognya yang sanggup mengirim seseorang ke rumah sakit jiwa. Jarang sekali film Indonesia yang mengandalkan dialog sebagai senjata dalam film komedi, dan film ini berhasil. “Kejarlah Daku Kau Kutangkap” mengalir dengan kesederhanaan cerita, ditemani romansa serta komedi yang juara, inilah film yang tidak akan pernah bosan untuk ditonton berulang-ulang, menyegarkan dahaga saya akan film-film komedi-romantis yang berkualitas.




2.4     Sinematografi
Sinematografi film banyak sekali dapat dilihat dari penyutradaraan, editing, penataan gambar, penataan musik, properti, special effect, dsb. Saya melihat dari penataan musiknya. Sepenggal lirik lagu kejarlah daku kau kutangkap membuat film menarik karena sangat cocok pada judul film ini sendiri. Penyutradaraan film ini sendiri digolongkan termasuk berasil dalam pengarahkan setiap adegan-adegan diaolognya, Chaerul Umam sangat pandai mengarahkan mulai dari latar tempat, waktu dan suasana. Sehingga para penonton larut dalam setiap adegan-adegan ini. Chaerul Umam menggunakan pemain yang sangat luar biasa yang membuat terjadinya kemistrinya antara setiap pemain. Penggambaran suasana sangat terbawa pada setiap adegannya. Chaerul Umam sangat mengemas film ini dengan detail dengan unsur komedi romantis.












III.           Penutup/ Kesimpulan

Kesimpulan dari Film Kejarlah Daku Kau Kutangkap menarik untuk ditonton karena menceritakan hubungan suami-istri yang konyol yaitu suatu film yang membuat para penontonnya tertawa karena dialog  pemainnya, film yang bernuansa percintaan komedi ini dikemas dengan penuh lelucon dan karena berkat jalan cerita dan akting pemain-pemainnyalah yang membuat film ini mendapatkan nominasi penghargaan. Secara kasat mata mungkin film ini biasa saja hanya karena unsur komedinnya saja yang membuat film ini menarik, tetapi dalam ceritanya menceritakan hubungan suami-istri. Seharusnya hubungan suami-istri berjalan dengan baik meskipun dalam rumah tangga kadang kala timbul masalah mereka berdua harus bisa menyelesaikan bersama-sama dengan cara dibicarakan berdua lewat bertukar pikiran inilah yang artinnya mereka telah menjadi satu dihadapan Tuhan. Film ini menurut saya sangat kental kepada pesan dalam pernikahan, karena pernikahan itu adalah sakral dan hanya sekali seumur hidup. Apapun permasalahn yang timbul, sebesar apapun permasalahan itu suami-istri harus bisa menyelesaikan permasalahan itu dan bukan dengan perceraianlah cara menyelesaikan permaslahan itu karena sebelum menjadi suami-istri yang sah mereka berdua telah berjanji dihadapan Tuhan dan dalam janji tersebut hanya mautlah (kematian) yang dapat memisahkan mereka berdua.
Dilihat dari sisi lain yaitu rasa saling memahami dan menghargai pasangan sangat penting. Serta setiap permasalahan yang terjadi dalam rumah tangga sebaiknya jangan sampai pihak luar ikut campur karena itu akan memperkeruh masalah. Permasalah yang terjadi sebaiknya dibicarakan.








Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.