Kajian Film “KEJARLAH DAKU KAU KUTANGKAP”
Tugas mata kuliah Apresiasi Film
Indonesia

Nanci Lambok Morrito
180110110077
Sastra Indonesia/ A
Fakultas Ilmu Budaya
Universitas Padjadjaran
2011 /2012
I.
Pendahuluan
1.1
Film “KEJARLAH DAKU KAU KUTANGKAP” Sutradara Chaerul Umam
1.2
Sineas Indonesia
Chaerul
Umam
lahir
di Tegal, Jawa Tengah, pada tanggal 4 april 1943 adalah seorang sutradara
Indonesia. beliau menamatkan pendidikannya di Universitas Gadjah Mada
Yogyakarta. Beliau
banyak mendapat penghargaan atas karya-karyanya yang dibuatnya. Salah satu
Penghargaan yang sangat luar biasa yaitu Piala Citra untuk Sutradara Terbaik dalam film Ramadhan dan
Ramona (1992). Selain itu karya-karyanya juga masuk nominasi penghargaan.
Karya-karya yang
telah diciptakan adalah :
Penghargaan yang didapat dalam film Kejarlah Daku Kau
Kutangkap yaitu :
Film “Kejarlah
Daku Kau Kutangkap” Sutradara Chaerul Umam
Film yang di sutradarai oleh Chaerul
Umar ini merupakan film terlaris ke-5 di Jakarta pada tahun 1986 dan film ini sendiri berkali-kali diputar. Penonton tidak bosan-bosannya menonton film ini karena filmnya bernuansa komedi romantis dan percintaan. Tiap adegan apalagi ketika sedang berantam dibuat
secara lucu oleh tingkah laku pemain itu sebabnya para penonton
ini terbawa suasana karena film ini sendiri bernuansa komedi tetapi tidak
berlebihan. Film
ini mendapatkan penghargaan tidak lain berkat akting para pemainnya. Jalan ceritanya dikemas dengan rapi
sehingga dialog-diolog antar tokoh sangat memuaskan para penonton film ini. Meskipun
banyak konflik yang terjadi antara Ramadan dan Ramona film ini terlihat lucu
karena mimik
dan dialig tokoh sehingga mempuat penonton tertawa menontonnya. Film ini dibuat
pada tahun 1985 yang berdurasi 109 menit. Selain di sutradarai oleh Chaerul Umam, film ini sendiri
diproduseri oleh Bustal
Nawawi dan ditulis oleh Asrul
Sani.
Pemeran-peranan
film ini yaitu : Deddy
Mizwar sebagai Ramadan,Lidya
Kandouw sebagai Ramona, Ully
Artha sebagai Marni, Ikranegara
sebagai Markum, Usbanda
sebagai Panji, Lina Budiarti
sebagai Lina, Henky Sulaiman
sebagai Samsu.
II.
Pembahasan Film
“KEJARLAH
DAKU KAU KUTANGKAP” Sutradara Chaerul Umam.
2.1 Cerita
Film Kejarlah Daku
Kau Kutangkap
menceritakan kehidupan Ramadan dan Ramona, yang biasa dipanggil dengan Mona sampai akhirnya mereka menikah. Awal pertemuan
mereka berawal dari sebuah foto yang dimuat di surat kabar yang dipotret oleh
Ramadan yang memotret tanpa izin. Dari sinilah mereka bertemu, awalnya mereka
bersitegang karena Mona
dan temannya tidak setuju dengan fotonya yang dibuat disurat
kabar tanpa izinnya, dan bertujuan untuk membawa permasalahan ini ke hukum. Tapi
karena melihat Ramadan, Mona
pun jatuh hati dan terpikat meskipun awalnya temannya Mona yang bernama Marni tidak setuju sama Ramadan karena ia berfikir semua laki-laki buaya darat.
Dengan berbagai cara Ramadan mendekati Mona,
awalnya hanya bertujuan agar permasalahanya tidak dibawa ke meja hukun. Namun,
karena selalu berusaha Ramadan pun akhirnya terpincut sehingga menikahlah
mereka berdua. Di awal pernikahan mereka
memang romantis tetapi lambat hari perkawinan mereka dihinggapi masalah,
permasalahan muncul karena perbedaan pemikiran serta ditambah lagi pihak luar yang berusaha menasehati Ramadan yaitu Markum (pamannya Ramadan) dan Panji (atasan kerja Ramadan). Markum berpendat bahwa
wanita adalah manusia yang susah dimengerti dan jangan sampai suami diatur oleh
istrinya. Pendapat itulah yang ada dipikiran Ramadan. Di sisi
lain pendapat Panji
bahwa mengalahlah pada istri. Pendapat mereka berdua membuat Ramadan pusing dan
dari sinilah banyak permasalahan yang timbul seperti pada saat Ramadan
mengantarkan Mona
ke pasar untuk membeli horden tetapi ia malah membeli
ember yang jelas-jelas bukan yang harus dibeli. Serta Ramadan sering pulang
larut malam dan jika pulang selalu marah-marah dan menyuruh dengan kasar Mona.
Terjadilah
pertengkaran antara mereka berdua. Mereka
berdua awalnya ingin mengajukan perceraian tetapi tidak di izinka oleh kepada
desa. Sampai akhirnya Mona pun keluar dari rumah itu dan tinggal bersama Marni
dan ia melanjutkan pekerjaannya yang telah ditinggalkannya semenjak menikah.
Setelah ditinggalkan,
rumah mereka menjadi sepi dan Ramadan menjadi seperti orang setres yang
bertingkah aneh-aneh. Mereka berdua saling menas-manasi lewat rekan kerja mereka,
tetapi mereka berdua kadang kala memikirkan nuansa-nuasa ketika mereka bersama,
memang mereka berdua masih saling cinta tapi karena gengsi dan perbedaan karakter itulah serta pihak luar yang membuat
mereka terpisah.
Pada suatu hari Ramadan
dan Ramona melihat Markum
dan Marni sedang berduan, dan ternyata mereka menjalin
hubungan dibelakang Ramadan dan Mona.
Ramadan kesal melihat pamamnya itu karena dulu dia yang menasehati tentang
perkawinanya dengan Mona
dan pendapat-pendapat tentang wanita dan ia berkata bahwa ia tak akan menjalin
hubungan dengan wanita yang dianggapnya manusia yang tak dapat
dimengerti. Ramadan kesal dan jengkel dengan pamannya karena nasehatnyalah ia
bias berpisah dengan Ramona. Sampai akhirnya pamannya berkata “kalau masih cinta yang
katakanlah pada Mona”.
Akhirnya pun mereka kembali bersama
lagi lewat tingkahnya yang konyol, mereka bertemu di pinggir jalan dan mereka
berkejaran dan langsung memeluk satu-sama lain ditengah jalan.
Konflik-konflik yang
terjadi antara Ramadan dan Ramona dikemas dengan nuansa komedi dalam setiap
pertengkaran yang terjadi inilah
yang membuat film ini menarik.
2.2 Pesan Moral
Dalam film ini terkandung pesan dan
amanat, film yang menceritakan hubungan antara pria dan wanita yaitu Ramadhan dan Ramona
yang dikemas dalam romansa komedi yang menimbulkan suatu arti yaitu
antara cinta dan benci, malupun cinta akhirnya mengalahkan segalanya. Pesan
dalam film ini menjelaskan bahwa jikalau sudah berkeluarga utamakanlah kelurga
(istri) dan jangan sampai mudah terhasut oleh omongan-omongan yang belum pasti
karena jika kita percayai tanpa kita kita cari tahu itu akan membuat
permasalahan timbul dan dapat menghancurkan perkawinnanya. Karena film ini
bercerita tentang hubungan Ramadan dan Ramona yang telah menikah seharusnya
permasalahan sekecil apapun jangan diberitahu kepada pihak luar
seharusnya dibicarakan terlebih dahulu oleh
mereka berdua karena yang tahu jalan keluar masalahnya hanyalah mereka berdua.
Inilah artinya dari suatu pernikahan 2 orang telah menjadi 1 dan tidak
ada yang bisa memisahkan oleh apapun mereka berdua kecuali maut.
Yang
seharusnya 1 pikiran 1 pendapat dan sebesar apapun permasalahan yang terjadi
dalam pernikahan tetap tidak bisa
dipisahkan meskipun itu jalan perceraian, karena sebelumnya kita sudah berjanji
dihadapan Tuhan
hanya mautlah yang dapat memisahkan mereka
berdua.
Perbedaan pendapat atau karakter seharusnya dapat dipersatukan lewat bertukar
pikiran itulah cara dalam mengatasi semua permasalahan yang ada dalam rumah
tangga dan jangan pernah mendiamkan permasalahan yang terjadi.
Hubungan antara wanita
dan pria yang seharusnya sama-sama mengerti kodratnya masing-masing apalagi dalam
cerita ini mereka berdua telah menikah.
Memang dimata Tuhan
laki-laki dan wanita sama tetapi tetap perempuan harus dipimpin oleh lakilaki.
Dan pemikiran bahwa wanita itu adalah
manusia yang lemah itu tidak benar karena manusia itu tidak ada yang lemah
meskipun itu wanita sekalipun. Wanita adalah makhluk Tuhan
yang kuat bisa dibuktikan dari sifat
seorang Ibu
yang penyabar dan penyayang kepada anaknya, Ibu
itu sendiri adalah seorang wanita. Dan wanita itu sendiri seharusnya dilindungi
oleh kaum pria jangan di sakiti. Anggaplah wanita itu seperti Ibumu karena
jika kamu mengangap wanita itu Ibumu
pasti kalian tidak akan tega menyakitinya.
2.3
Akting
Membicarakan film yang sukses mendapat
Piala Antemas sebagai film terlaris pada 1985-1986, Piala Citra untuk skenario
terbaik, Piala Bing Slamet untuk komedi terbaik, dan tujuh nominasi, termasuk
‘Film Cerita Terbaik’ dalam ajang penghargaan Festival Film Indonesia ini,
tidak lengkap jika tidak menyinggung para pemainnya yang telah memperlihatkan
dedikasi yang tinggi pada akting di “Kejarlah Daku Kau Kutangkap”. Deddy Mizwar
dan Lidya Kandouw yang memerankan kedua tokoh utama Ramadan dan Ramona tidak
hanya menampilkan performa akting yang bagus tetapi juga menghadirkan kemistri yang tidak ada duanya, berhasil sebagai pasangan
yang sedang dimabuk cinta dan juga sebaliknya meyakinkan sebagai pasangan
suami-istri yang sedang dilanda cobaan sebagai pasangan muda. Deddy Mizwar memang aktor yang pandai memerankan setiap
karakter dalam film-film yang pernah dibintanginnya mendapatkan banyak nominasi
aktor. Lidya Kandouw juga sama seperti Deddy Mizwar banyak mendapat penghargaan
malah karena aktingnya yang bagus ia memerankan film lagi. Tidak
hanya mereka berdua yang sukses memerankan aktingnya tetapi akting Ully Artha sebagai
teman Mona, bernama Marni, aktingnya sebagai teman yang menyebalkan memang
juara. Karakter yang bawal sangat
dapat dalam perannya. Melihat diolog-dialognya kadang kala kita sebagai penonton
juga jengkel pada perannya dan peran inilah yang menobatkan dia mendapat
penghargaan sebagai peran pembantu. Dan juga tidak kalah bagus dari
akting-akting pemain di atas yaitu Ikranegara sudah pasti
tidak terkalahkan, perannya sebagai Markum betul-betul mencuri perhatian.
Markum yang tidak lain adalah paman Ramadan boleh saja bertampang kutu buku dan
belum kawin tapi jika sudah memberi nasehat tentang wanita, dia jagonya. Markum
juga jago untuk urusan mengocok perut penonton bukan dengan adegan-adegan komedi
slapstick tetapi dengan tingkah polanya yang pelit senyum dan juga sekali lagi
dialog-dialognya yang sanggup mengirim seseorang ke rumah sakit jiwa. Jarang
sekali film Indonesia yang mengandalkan dialog sebagai senjata dalam film
komedi, dan film ini berhasil. “Kejarlah Daku Kau Kutangkap” mengalir dengan
kesederhanaan cerita, ditemani romansa serta komedi yang juara, inilah film
yang tidak akan pernah bosan untuk ditonton berulang-ulang, menyegarkan dahaga
saya akan film-film komedi-romantis yang berkualitas.
2.4 Sinematografi
Sinematografi
film banyak sekali dapat dilihat dari penyutradaraan, editing, penataan gambar,
penataan musik, properti, special effect, dsb. Saya melihat dari penataan
musiknya. Sepenggal lirik lagu kejarlah daku kau kutangkap membuat film menarik
karena sangat cocok pada judul film ini sendiri. Penyutradaraan film ini
sendiri digolongkan termasuk berasil dalam pengarahkan setiap adegan-adegan
diaolognya, Chaerul Umam sangat pandai mengarahkan mulai dari latar tempat,
waktu dan suasana. Sehingga para penonton larut dalam setiap adegan-adegan ini.
Chaerul Umam menggunakan pemain yang sangat luar biasa yang membuat terjadinya
kemistrinya antara setiap pemain. Penggambaran suasana sangat terbawa pada
setiap adegannya. Chaerul Umam sangat mengemas film ini dengan detail dengan
unsur komedi romantis.
III.
Penutup/ Kesimpulan
Kesimpulan dari Film Kejarlah Daku Kau Kutangkap menarik
untuk ditonton karena menceritakan hubungan suami-istri yang konyol yaitu suatu
film yang membuat para penontonnya tertawa karena dialog pemainnya, film yang bernuansa percintaan
komedi ini dikemas dengan penuh lelucon dan karena berkat jalan cerita dan akting
pemain-pemainnyalah yang membuat film ini mendapatkan nominasi penghargaan. Secara kasat mata
mungkin film ini biasa saja hanya karena unsur komedinnya saja yang membuat
film ini menarik, tetapi dalam ceritanya menceritakan hubungan suami-istri.
Seharusnya hubungan suami-istri berjalan dengan baik meskipun dalam rumah
tangga kadang kala timbul masalah mereka berdua harus bisa menyelesaikan
bersama-sama dengan cara dibicarakan berdua lewat bertukar pikiran inilah yang
artinnya mereka telah menjadi satu dihadapan Tuhan. Film ini menurut saya sangat
kental kepada pesan dalam pernikahan, karena pernikahan itu adalah sakral dan
hanya sekali seumur hidup. Apapun permasalahn yang timbul, sebesar apapun
permasalahan itu suami-istri harus bisa menyelesaikan permasalahan itu dan
bukan dengan perceraianlah cara menyelesaikan permaslahan itu karena sebelum
menjadi suami-istri yang sah mereka berdua telah berjanji dihadapan Tuhan dan
dalam janji tersebut hanya mautlah (kematian) yang dapat memisahkan mereka
berdua.
Dilihat dari
sisi lain yaitu rasa saling memahami dan menghargai pasangan sangat penting.
Serta setiap permasalahan yang terjadi dalam rumah tangga sebaiknya jangan
sampai pihak luar ikut campur karena itu akan memperkeruh masalah. Permasalah
yang terjadi sebaiknya dibicarakan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.