Nanci
lambok morrito
180110110077
Sastra
Indonesia/ A
Pengkajian
Cerpen
Menganalisis cerpen mengenai unsur instrinsik
Malam Seorang Maling karya Jakob Sumardjo
Malam
Seorang Maling
Karya
Jakob Sumardjo
Dalam
cerita pendek ini menceritakan kisah seorang anak lelaki yang tertekan batin karena
sikap ayahnya yang suka memarahi bahkan memukuli dia serta suka mengeluarkan
kata-kata kasar. Ia merasa dibenci dan tidak dihargai oleh ayahnya sendiri. Bahkan
ia mempunyai pikiran bahwa mungkin ia bukan anak kandungnya, jika ia anak
kandungnya tidak mungkin seorang ayah tega memperlakukan ia seperti itu, jika ia sedang bermain ayahnya selalu saja
memarahinya, seperti mencari-cari kesalahanya. Anak lelaki itu pun melarikan
diri dari rumahnya karena tidak kuat lagi melihat perlakuan ayahnya. Sesudah ia
melarikan diri, ia bermalam di rumah pamannya, namun keesokan harinya ia pergi
dan berjalan tanpa ada tujuannya. Pada seketika ia bertemu penjual arum manis
dan anak lelaki itu terus mengikuti penjual itu. Sampai akhirnya penjual arum
manis itu pun berhenti dan bertanya pada anak lelaki itu mengapa ia
mengikutinya. Awalnya anak kecil tersebut tidak mau menjawab tetapi karena
terus diajak bicara oleh penjual arum manis itu ia pun menceritakan
permasalahan yang terjadi pada dirinya, ia menceritakan dengan menangis. Anak
kecil tersebut menceritakan tentang perlakuan ayahnya yang membencinya namun
sang penjual arum manis itu mencoba menasehatinya perlahan-lahan dengan melihat
posisi seorang ayah dan seorang anak, karena penjual arum manis tersebut pun
pernah mengalami kejadian yang sama seperti anak kecil itu, meskipun penjual
tersebut baru menyadari arti dibalik perlakuan kasar ayahnya itu. Perlahan-lahan
ia mencoba menasehati anak kecil tersebut namun anak lelaki tersebut tetap
tidak mengerti apa arti dari perlakuan kasar ayahnya. Sampai akhirnya penjual
itu pun bercerita dan tetap menasehati dia, dan sejenak anak lelaki itu
tersadar oleh perkataan penjual arum manis itu dan ia pun pulang kerumah lagi.
Batin
seorang anak kecil yang tidak mengetahui maksud dari didikan orang tua, yang
didik dengan cara keras dari kecil membuat pikiran negatif timbul dalam
pemikiran seorang anak kecil. Memang tidak bisa disalahkan orang tua dalam soal
mendidik anaknya karena itu adalah cara masing-masing dalam mendidik anaknya
supaya menjadi anak yang baik, tetapi pemikiran orang tua dan anak didewasa ini
memang selalu bertolak belakang, orang tua sering kali menganggap cara didik
itulah yang benar tetapi orang tua tidak terlalu memikirkan psikologis anaknya
tersebut. Sebaiknya orang tua lebih bisa memahami keadaan anaknya agar si anak
tidak berfikir ke hal yang negatif karena seorang anak hanya bisa melihat
kenyataannya saja, ia belum bisa berfikir secara dewasa. Itulah yang seharusnya
dipahami orang tua.
Tokah dan perwatakan dalam cerpen Ia Sudah
Bertualang yaitu :
·
Anal lelaki/ anak kecil ini
merupakan tokoh utama dalam cerpen ini, ia sangat polos dan memiliki perasan
yang belum dapat dikontrol mungkin karena ia masih kecil.
·
Penjual arum manis menjadi seorang
penjual arum manis yang baik, dewasa dan peka serta mengerti perasaan anak
kecil yang sedang mengalami permasalahan.
·
Ayah digambarkan sebagai tokoh
yang kasar, suka memarahi anaknya bahkan memukul, secara tidak langsung
perlakuan itu adalah sebagai tanda kasih sayang seorang ayah kepada anaknya.
Ini ditunjukan pada akhir cerita “ayah terkejut dan tukam, tapi cepat-cepat
mukanya dibikin muram, seolah-olah marah”. Ini berarti ayahnya tidak marah dan
menyadari perlakuannya.
·
Ibu dan adiknya merupakan tokoh
sampingan yang tidak terlalu jelas diceritakan dalam cerpen ini.
Alur dalam cerpen Ia Sudah Bertualang
menggunakan alur maju mundur karena pada pertengahan cerita terdapat flashback
tentang masa lalu si penjual arum manis, sedangkan pada awal dan akhir cerita
terus menggunakan alur maju dan terus menceritakan kejadian yang terjadi.
Sudut pandang penulis dalam cerpen Ia Sudah
Bertualang menggunakan sudut pandang orang ketiga karena orang ketiga tersebut
serba tahu jalan cerita yang akan terjadi pada semua tokoh dalam cerpen ini
Latar dalam cerpen Ia Sudah Bertualang yaitu :
·
Setting Waktu :
- sore hari
- malam hari
·
Setting Tempat :
- Di depan sebuah loji (rumah besar dari tembok)
- Di sepanjang jalan
- Di tepi jalan
- Di rumah ayah dan ibu anak kecil itu
- Di kamar makan
Tema dan Amanat dalam cerpen Ia Sudah
Bertualang.
·
Temanya yaitu batin seorang anak.
·
Amanat dari cerita Ia Sudah
Bertualang adalah semua orang tua menginginkan semua yang terbaik untuk anaknya
dan berkewajiban mendidik dengan penuh kasih sayang meskipun cara mengajar atau
mendidiknya dengan cara sedikit kasar, mungkin jika dididik dengan sedikit
kasar si anak akan lebih disiplin dalam kehidupan. Mungkin cara didik seperti
itu tidak seperti yang kita inginkan jika dinilai diposisi sebagai anak dan
kita berfikir didikan seperti itu salah tapi tidak mungkin orang tua mendidik
kita menjadi anak yang salah maka dari itu kita sebagai anak harus memahami
betul maksud dari didikan tersebut dan juga memberi pelajaran moral yang
ditanamkan sejak dini.
Gaya bahasa yang digunakan sedikit baku
sehingga mudah dipahami para pembaca meskipun ada beberapa bahasa yang tidak
dimengerti karena menggunakan bahasa daerah seperti dolan serta setiap keadaan diceritakan dengan jelas dan rinci.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.