Senin, 04 Juni 2012

CERPEN


Nanci lambok morrito

180110110077

Sastra Indonesia/ A

Pengkajian Cerpen

Menganalisis cerpen mengenai unsur instrinsik Malam Seorang Maling karya Jakob Sumardjo

Malam Seorang Maling
Karya Jakob Sumardjo

Dalam cerita pendek ini menceritakan kisah seorang anak lelaki yang tertekan batin karena sikap ayahnya yang suka memarahi bahkan memukuli dia serta suka mengeluarkan kata-kata kasar. Ia merasa dibenci dan tidak dihargai oleh ayahnya sendiri. Bahkan ia mempunyai pikiran bahwa mungkin ia bukan anak kandungnya, jika ia anak kandungnya tidak mungkin seorang ayah tega memperlakukan ia seperti itu,  jika ia sedang bermain ayahnya selalu saja memarahinya, seperti mencari-cari kesalahanya. Anak lelaki itu pun melarikan diri dari rumahnya karena tidak kuat lagi melihat perlakuan ayahnya. Sesudah ia melarikan diri, ia bermalam di rumah pamannya, namun keesokan harinya ia pergi dan berjalan tanpa ada tujuannya. Pada seketika ia bertemu penjual arum manis dan anak lelaki itu terus mengikuti penjual itu. Sampai akhirnya penjual arum manis itu pun berhenti dan bertanya pada anak lelaki itu mengapa ia mengikutinya. Awalnya anak kecil tersebut tidak mau menjawab tetapi karena terus diajak bicara oleh penjual arum manis itu ia pun menceritakan permasalahan yang terjadi pada dirinya, ia menceritakan dengan menangis. Anak kecil tersebut menceritakan tentang perlakuan ayahnya yang membencinya namun sang penjual arum manis itu mencoba menasehatinya perlahan-lahan dengan melihat posisi seorang ayah dan seorang anak, karena penjual arum manis tersebut pun pernah mengalami kejadian yang sama seperti anak kecil itu, meskipun penjual tersebut baru menyadari arti dibalik perlakuan kasar ayahnya itu. Perlahan-lahan ia mencoba menasehati anak kecil tersebut namun anak lelaki tersebut tetap tidak mengerti apa arti dari perlakuan kasar ayahnya. Sampai akhirnya penjual itu pun bercerita dan tetap menasehati dia, dan sejenak anak lelaki itu tersadar oleh perkataan penjual arum manis itu dan ia pun pulang kerumah lagi.

Batin seorang anak kecil yang tidak mengetahui maksud dari didikan orang tua, yang didik dengan cara keras dari kecil membuat pikiran negatif timbul dalam pemikiran seorang anak kecil. Memang tidak bisa disalahkan orang tua dalam soal mendidik anaknya karena itu adalah cara masing-masing dalam mendidik anaknya supaya menjadi anak yang baik, tetapi pemikiran orang tua dan anak didewasa ini memang selalu bertolak belakang, orang tua sering kali menganggap cara didik itulah yang benar tetapi orang tua tidak terlalu memikirkan psikologis anaknya tersebut. Sebaiknya orang tua lebih bisa memahami keadaan anaknya agar si anak tidak berfikir ke hal yang negatif karena seorang anak hanya bisa melihat kenyataannya saja, ia belum bisa berfikir secara dewasa. Itulah yang seharusnya dipahami orang tua.
Tokah dan perwatakan dalam cerpen Ia Sudah Bertualang yaitu :
·         Anal lelaki/ anak kecil ini merupakan tokoh utama dalam cerpen ini, ia sangat polos dan memiliki perasan yang belum dapat dikontrol mungkin karena ia masih kecil.
·         Penjual arum manis menjadi seorang penjual arum manis yang baik, dewasa dan peka serta mengerti perasaan anak kecil yang sedang mengalami permasalahan.
·         Ayah digambarkan sebagai tokoh yang kasar, suka memarahi anaknya bahkan memukul, secara tidak langsung perlakuan itu adalah sebagai tanda kasih sayang seorang ayah kepada anaknya. Ini ditunjukan pada akhir cerita “ayah terkejut dan tukam, tapi cepat-cepat mukanya dibikin muram, seolah-olah marah”. Ini berarti ayahnya tidak marah dan menyadari perlakuannya.
·         Ibu dan adiknya merupakan tokoh sampingan yang tidak terlalu jelas diceritakan dalam cerpen ini.

Alur dalam cerpen Ia Sudah Bertualang menggunakan alur maju mundur karena pada pertengahan cerita terdapat flashback tentang masa lalu si penjual arum manis, sedangkan pada awal dan akhir cerita terus menggunakan alur maju dan terus menceritakan kejadian yang terjadi.

Sudut pandang penulis dalam cerpen Ia Sudah Bertualang menggunakan sudut pandang orang ketiga karena orang ketiga tersebut serba tahu jalan cerita yang akan terjadi pada semua tokoh dalam cerpen ini

Latar dalam cerpen Ia Sudah Bertualang yaitu :
·         Setting Waktu :
-       sore hari
-       malam hari

·         Setting Tempat :
-       Di depan sebuah loji (rumah besar dari tembok)
-       Di sepanjang jalan
-       Di tepi jalan
-       Di rumah ayah dan ibu anak kecil itu
-       Di kamar makan

Tema dan Amanat dalam cerpen Ia Sudah Bertualang.
·         Temanya yaitu batin seorang anak.
·         Amanat dari cerita Ia Sudah Bertualang adalah semua orang tua menginginkan semua yang terbaik untuk anaknya dan berkewajiban mendidik dengan penuh kasih sayang meskipun cara mengajar atau mendidiknya dengan cara sedikit kasar, mungkin jika dididik dengan sedikit kasar si anak akan lebih disiplin dalam kehidupan. Mungkin cara didik seperti itu tidak seperti yang kita inginkan jika dinilai diposisi sebagai anak dan kita berfikir didikan seperti itu salah tapi tidak mungkin orang tua mendidik kita menjadi anak yang salah maka dari itu kita sebagai anak harus memahami betul maksud dari didikan tersebut dan juga memberi pelajaran moral yang ditanamkan sejak dini.

Gaya bahasa yang digunakan sedikit baku sehingga mudah dipahami para pembaca meskipun ada beberapa bahasa yang tidak dimengerti karena menggunakan bahasa daerah seperti dolan serta setiap keadaan diceritakan dengan jelas dan rinci.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.