Senin, 04 Juni 2012

FILOLOGI


LAPORAN PENELITIAN
MUSEUM PRABU GEUSAN ULUN


logounpadplain.jpg



Disusun oleh:
NANCI LAMBOK MORRITO
18011010077


SASTRA INDONESIA
FAKULTAS SASTRA
UNIVERSITAS PADJADJARAN
JATINANGOR 2011

Kata Pengantar


Puji syukur saya panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa. Atas rahmat dan hidayahnya saya dapat menyelesaikan laporan kunjungan Museum Prabu Geusan Ulun untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah filologi.  Dan untuk lebih mengetahui kota sumedang serta melihat benda-benda peninggalan sejarah yang ada dimuseun prabu geusan ulun sumedang.
Dalam penulisan laporan ini, penulis mengalami berbagai hambatan, terutama di sebabkan kurangnya pengetahuan dan wawasan yang dimiliki. Namun, berkat bantuan dan  karya tulis ini dapat  bermanfaat bagi penulis sendiri dan bagi pembaca pada umumnya. Semoga laporan ini bias dijadikan materi pembahasan selanjutnya.





Jatinangor, 10 November 2011



Penulis
Daftar Isi
Jilid…………………………………………………………………………………………………………………1
Kata Pengantar………………………………………………………………………………………………2
Daftar Isi……………………………………………………………………………………………………….3
Pendahulua.........................................................................................................4 Berdirinya MPGU…………………………………………………………………………………………..7
Letak MPGU……………………………………………………………………………………………………9
Gambar gedung MPGU.....................................................................................10
Museum Prabu Geusan Ulun…………………………………………………………………………11
Koleksi Benda Pusaka dan Naskah……………………………………………………………..18
Objek yang menarik …………………………………………………………………………………….20
Daftar koleksi Buku……………………………………………………………………………………..21
Daftar nama naskah-naskah kuno................................................................22
Gambar-gambar yg ada diMPGU...................................................................26
Contoh naskah kuno.........................................................................................31
Penutup...............................................................................................................32


PENDAHULUAN
Sejarah Kota Sumedang
Sebelum ada kerajaan Sumedang Larang, terlebih dahulu ada kerajaan Tembong Agung yang berpusat di desa Leuwi Hideung, Kecamatan Darmaraja. Salah satu rajanya yang terkenal yaitu Prabu Guru Aji Putih, yang setelah wafat digantikan oleh putranya yang bernama Batara Tungtang Buana yang bergelar Prabu Taji Malela.kerajaan Tembong Agung ini menjadi bawahan kerajaan sunda yang terkenal, yaitu kerajaan Pajajaran, karena Ratu Raja Mantri yaitu Puteri dari Sunan Pagulingan diperistri oleh Raja Pajajaran yang terkenal yaitu Prabu Siliwangi. Kerajaan Tembong Agung ini pindah ke Kuta Maya dan selanjutnya berganti nama menjadi Sumedang Larang muncul dalam kancah sejarah setelah kerajaan Sunda Pajajaran runtuh pada tahun 1580salah satu Raja Sumedang Larang yang terkenal yaitu Prabu Geusan Ulun memperoleh mahkota emas Raja Kerajaan Sunda dari empat Panglima Perang kerajaan Pajajaran, yaitu Sanghyng Hawu atau Jaya Perkasa, Batara Dipati Wiradijaya atau Nanganan, Sanghyang Kondang Hapa, dan Batara Pancar Guana atau Terong Peot. Penyerahan mahkota ini merupakan simbolisasi bahwa Sumedang Larang menjadi penerus kerajaan Sunda Pajajaran. Mahkota ini bernama Binokasih dan sekarang dapat dilihat di Museum Prabu Geusan Ulun tepatnya di gedung Pusaka.

Gambar peta sumedang :


Masa pemerintahan Sumedang Larang :
v  Soeria Koesoema Adinata (Pangeran Soegih) 1836-1882
v  Aria Soeria Atmadja (Pangeran Mekkah) 1882-1919
v  Dalem Adipati Aria Koesoemadilaga (Dalem Bintang) 1919-1937
v  Dalem Tumenggung Aria Koesoemahdinata (Dalem Aria Soemantri) 1937-1942-1945-1946
v  R. Hasan Soeriasatjakoesoemah 1946-1947, 1949-1950
v  R. Tumenggung M. Singer 1947-1949
v  Soelaeman Soewitakoesoemah 1951-1958
v  Antam Sastradipoera 1958-1966
v  Moch. Chafil 196-1966
v  Adang Kartaman 1966-1970
v  Drs. Soepian Iskandar 1970-1972, 1972-1977
v  Drs. Koestandi Abdoerahman 1977-1983
v  Drs. H. Sutardja 1983-1988, 1988-1993
v  Drs. H. Moch. Husein Jochjasaoutra 1993-1998
v  Drs. H. Misbach 1998-2003
v  H. Dr. Don Murdono, S.H. M.Si 2003-2008, 2008-2013
v  Drs. H. Osin Herlianto 2003-2008 (Wakil bupati)
v  Taufik Gunawansyah, S.Ip 2008-2013 (Wakil bupati)












Berdirinya Museum Prabu Geusan Ulun
Peninggalan benda-benda bersejarah dan barang-barang pusaka Leluhur Sumedang, sejak Raja-raja Kerajaan Sumedang Larang dan Bupati-bupati yang memerintah Kabupaten Sumedang dahulu, merupakan koleksi yang membanggakan dan besar artinya bagi kita semua, terlebih bagi keluarga Sumedang. Kumpulan benda-benda tersebut disimpan di Yayasan Pangeran Sumedang sejak tahun 1955.
Timbullah suatu gagasan, ingin memperlihatkan kepada masyarakat Sumedang khususnya dan masyarakat di luar Sumedang pada umumnya, bahwa di Sumedang dahulu terdapat kerajaan besar yaitu Kerajaan Sumedang Larang, dengan melihat benda-benda peninggalan Raja-raja tersebut dan sebagainya.
Setelah diadakan persiapan-persiapan yang matang dan terencana, lima tahun setelah tahun 1968 baru terlaksana, tepatnya tanggal 11 Nopember 1973 Museum Keluarga berdiri.
Pada tahun 1974, di Sumedang diadakan Seminar Sejarah oleh ahli-ahli sejarah se-Jawa Barat dan diikuti ahli sejarah dari Yayasan Pangeran Sumedang, dalam seminar tersebut dibahas nama museum Sumedang. Diusulkan nama museum adalah seorang tokoh dalam Sejarah Sumedang, ternyata yang disepakati nama Raja Sumedang Larang terakhir yang memerintah Kerajaan Sumedang Larang dari tahun 1578 - 1601, yaitu Prabu Geusan Oeloen.
Kemudian nama museum menjadi Museum Prabu Geusan Ulun dengan ejaan baru untuk memudahkan generasi baru membacanya.
Gedung yang dipergunakan untuk museum yaitu Gedung Srimanganti, Bumi Kaler, Gedung Gendeng dan Gedung Gamelan. Pada tahun 1980, Pemerintah melalui Dinas Jawatan Permuseuman dan Kepurbakalaan Kebudayaan Jawa Barat, mengulurkan tangan dan memugar Gedung Srimanganti dan Bumi Kaler.
Pada hari Rabu tanggal 21 April 1982, Direktur Jenderal Kebudayaan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Prof. DR. Haryati Soebadio, meresmikan dan menyerahkan kedua bangunan yang selesai dipugar kepada Yayasan Pangeran Sumedang dan bernaung di bawah Momenten Ordonnatie Nomor 19 Tahun 1931 (Staatsblad Tahun 1931 Nomor 238).














Letak Museum Prabu Geusan Ulun
Berdirinya MPGU berawal dari terbentuknya yayasan Pangeran Sumedang sebagai lembaga yang mengurus, memelihara, dan mengelola barang wakaf Kanjeng Pangeran Aria Soeriaatmadja bupati Sumedang yang memerintah pada tahun 1882-1919. Pada tahun 1973, didirikan Museum Wargi YPS yang pada awalnya hanya dibuka untuk lingkungan para wargi keturunan leluhur Pangeran Sumedang saja. Pada tanggal 7-13 Maret 1974 di Sumedang diadakan Seminar Sejarah Jawa Barat, pada kesempatan tersebut para sesepuh dan wargi Sumedang mengusulkan untuk perubahan nama Museum Wargi YPS dan diputuskan untuk memberi nama dari tokoh kharismatik raja terakhir Kerajaan Sumedang Larang, yaitu Prabu Geusan Ulun. Maka sejak 13 Maret 1974, Museum ini diberi nama Museum Prabu Geusan Ulun Yayasan Pangeran Sumedang.
Museum Prabu Geusan Ulun terletak di tengah kota Sumedang, 50 meter dari Alun-alun ke sebelah selatan, berdampingan dengan Gedung Bengkok atau Gedung Negara dan berhadapan dengan Gedung-gedung Pemerintah. Jarak dari Bandung 45 kilometer, sedangkan jarak dari Cirebon 85 kilometer, jarak tempuh dari Bandung 1 jam, sedangkan dari Cirebon 2 jam.

Gedung Museum Prabu Geusan Ulun
·         https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEinIYILfHa9xmWGQvCBgUKp3BTaXkvWLoUisrcW2fmbnYm1OQRvpiWLoTCpcrGUK0DdLMgSv03IClOJIDal1dgxbcfMQOAuvwvqFHj17k4IItUkmyrSRVk5WC1vFYDA5OFoRrpk2tSS8f4/s200/imgp9288.jpgGedung Srimanganti

Gedung Srimanganti didirikan pada tahun 1706, pada masa pemerintahan Dalem Adipati Tanoemadja, arsitektur Gedung Srimanganti bergaya colonial, kata Srimanganti mempunyai arti adalah tempat menanti-nanti tamu kehormatan. Dahulu gedung Srimanganti dikenal sebagai rumah “Land Huizen” (Rumah Negara). Fungsi gedung Srimanganti pada masa itu adalah tempat tinggal buat Bupati serta keluarganya.Gedung Srimanganti dipergunakan sebagai tempat tinggal bupati dan keluarganya, diantaranya Pangeran Kornel, Pangeran Sugih, Pangeran Mekah dan Dalem Bintang. Pada tahun 1942 Srimanganti tidak digunakan sebagai rumah tinggal Bupati serta keluarganya oleh Dalem Aria Soemantri dijadikan Kantor Kabupaten, sedangkan Bupati serta keluarganya tinggal di Gedung Bengkok / Gedung Negara – sekarangGedung Srimanganti terdaftar pula dalam Monumenter Ordonantie 1931 sebagai bangunan Cagar Budaya yang dilindungi oleh pemerintah. Pada tahun 1982 Gedung Srimanganti mengalami pemugaran karena sempat dijadikan kantor Pemda, setelah pemugaran Gedung Srimanganti diserahkan kembali kepada Yayasan Pangeran Sumedang oleh Direktur Kebudayaan Depdikbup pada masa itu.
·         https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhBJbWArAbcfbnsQAx3BmH0KvGpeHKMkEAF9vxj4liywev1VqA4t1ULmg50pL70ovTzq3AxEy4Cla1JfZEWLqI5PepQE4wNknhBChj1Fa9xVc7YvZz-Ks8Ri7OevLn1p-Y9LhhNMYYGSiY/s320/IMGP9212.JPGGedung Bumi Kaler

Gedung Bumi Kaler dibangun pada tahun 1850, tepatnya pada masa pemerintahan Bupati Pangeran Soeria Koesoemah Adinata / Pangeran Sugih yang memerintah Sumedang tahun 1836 – 1882. Gedung Bumi Kaler juga sudah  beberapa kali mengalami rehabilitasi pada tahun 1982, 1993 dan tahun 2006, namun tidak merubah dari bentuk aslinya. Sama halnya dengan Gedung Srimanganti, Bumi Kaler sudah terdaftar dalam Monumeter Ordonantie 1931 karena termasuk dalam bangunan yang dilindungi oleh pemerintah sebagai Benda Cagar Budaya. Gedung Bumi Kaler menjadi gedung Museum Prabu Geusan Ulun pada tahun 1982.
·         https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgczx3INFWDMT6VIEC8gbdg56iJHAYUpXPC5tpJQBC7jNJuVRRTtMdeq_G21Tb_udD-eF6io_Y2Zp8M-mmw6KPkK03TeAxMi-w6QwCBRIA87CCwk0qyCl-SqRgJDAgqlpCe5Ll6BvfEuhM/s320/3.1.a.jpgGedung Pusaka

Fungsi dari Gedung Pusaka ini sesuai namanya yaitu sebagai tempat khusus menyimpan benda-benda Pusaka peninggalan para leluhur Sumedang. Pembangunan Gedung Pusaka dibangun karena Gedung Gendeng waktu itu sebagai tempat menyimpan pusaka sudah tidak memadai, sehingga atas prakarsa Ibu Hj. Rd. Ratjih Natawidjaya ibunda dari Bapak Prof. DR. Ginanjar Kartasasmita, rencana Gedung Pusaka bisa dilaksanakan dengan melibatkan Yayasan Pangeran Sumedang, Rukun Wargi Sumedang, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Sumedang, Departemen Pariwisata Sumedang, Pemda Sumedang dan Direktorat Permuseuman Propinsi Jawa Barat. Pada tanggal 25 Maret 1990 pembangunan Gedung Pusaka mulai dikerjakan dan peletakan batu pertama dilakukan oleh Ibu Ibu Hj. Rd. Ratjih Natawidjaya . Proses pembangunan Gedung Pusaka memakan waktu cukup lama yaitu selama tujuh tahun, selesai pada tahun 1997, kemudian diresmikan oleh Bupati Sumedang Bapak Drs. H. Moch. Husein Jachjasaputra.. Biaya pembangunan Gedung Pusaka selain sumbangan dari Pronvinsi TK. I Jawa Barat juga sumbangan dari para wargi Sumedang, salah satunya sumbangan Sanggar Seni Sumedang “Padepokan Sekar Pusaka” pimpinan Bapak Rd. E. Lesmana Kartadikoesoemah (Alm
·         Gedung Gendeng
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgm3SKiv5Eb6ReyE5APaoltxrhnzcrsvFi5obMc5x-02ejpIJ6MFMPAjzcv-rNAtm9zCAHA2ljHGWlt9CjSV_CawBaEkneg3qMbUbPtovIOiDXA4d-rAYkzpLwrxzH6oHOy9eS_a_LUMik/s320/IMGP9217.JPG

Gedung Gendeng didirikan pada tahun 1850, pada masa pemerintahan Pangeran Soeria Koesoemah Adinata atau Pangeran Sugih. Gedung ini dipugar pada tahun 1950. Gedung tersebut aslinya dibuat dari :
ü  Lantai merah
ü  Dinding bilik
ü  Tiang kayu jati
ü  Atap genting
Gedung ini berfungsi sebagai Tempat menyimpan barang-barang pusaka, senjata-senjata dan gamelan kuno. Gedung Gendeng waktu itu digunakan untuk menyimpan Pusaka-Pusaka lelehur dan senjata lainnya. Bangunan tersebut dibuat dari kayu dan berdinding Gedeg serta berlantai batu merah, selain itu Gedung Gendeng juga tempat menyimpan Gamelan Pusaka. Gedung Gendeng mengalami beberapa kali pemugaran dan rehabilitasi bangunan, pertama tahun 1950, 1955 dan tahun 1993. Namun karena benda Pusaka-pusaka makin banyak sampai akhirnya Gedung Gendeng tidak memadai lagi untuk menyimpan benda-benda Pusaka tersebut maka dibangunlah Gedung Pusaka khusus untuk menyimpan benda-benda Pusaka. Gedung Gendeng sekarang beralih fungsi menjadi Gedung social budaya. Gedung Gendeng merupakan Museum Yayasan Pangeran Sumedang pertama yaitu pada tahun 1973






















·         https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhiAdf6hUIRNIAf3CjD1c58winhaGF4RIaJHsbU71IPVQSFiYTUzd268d3B9Lk3tsUkhaxyUjwPc2Hw8xbBip5BW9R900bfYtbh8MjSF3Zhfc6MYWZqnNSFRoIjjidWW_KJuifhYjxus5A/s320/12.1.jpgGedung Gamelan


Gedung Gamelan ini merupakan Gedung Museum Yayasan Pangeran Sumedang yang pertama.
Gedung ini Didirikan pada tahun 1973 oleh Pemerintah Daerah Sumedang atas sumbangan dari Gubernur Daerah Khusus Ibukota Jakarta, Bapak H. Ali Sadikin.
Gedung tersebut berfungsi diperuntukkan tempat menyimpan gamelan-gamelan dan tempat berlatih tari-tarian.
Kononnya Setiap satu tahun satu kali pada bulan Maulud semua Gamelan Pusaka dicuci dan tidak dibunyikan latihan taripun diliburkan.
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg8i3NfUrzMsHfG9ashPkeQ5d0px_GTUmp-4qgvW6CfVRLNL2JE_TcTKms38IkaNUGEUAiX2V9dIGKn5nCjsmqDbfiiJLHRXfOnL7-Gv51xWesgPMD0nuQuTYDtKd_zAAwAW_gAy35ET4c/s320/16.jpgGedung Kereta


Pada saat perencanaan pembangunan Gedung Pusaka direncanakan pula pembangunan Gedung Kereta. Gedung Kereta merupakan bangunan terakhir dari Museum Prabu Geusan Ulun yang dibangun pada tahun 1990. Fungsi Gedung ini untuk menyimpan Kareta Naga Barong sebagai replica dari Kareta Naga Paksi peninggalan Pangeran Soeria Koesoemah Adinata / Pangeran Sugih dan kereta lainnya yang menjadi koleksi Museum Prabu Geusan Ulun. Konon jika seseorang menaikan kereta tersebut katanya mudah dapat jodoh, maka banyak sekali pengunjung museum yang ingin menaiki kereta tersebu

KOLEKSI BENDA-BENDA PUSAKA DAN NASKAH DI MUSEUM PRABU GEUSAN ULUN

Nama-nama Naskah yang Terdaftar di Museum Prabu Geusan Ulun
No.
Nama Naskah
Tema
ü   
Wawacan Batararama
Wayang
ü   
Wawacan Angling Darma
Pahlawan
ü   
Wawacan Nurguat
Doa
ü   
Wawacan Suluk Wapandita
Dunia
ü   
Wawacan Pribadi Sorangan
Jati diri kita
ü   
Wawacan Panganten Tujuh
Nabi yang menikah pada hari Jumat
ü   
Wawacan Nasihat
Nasehat
ü   
Wawacan Kanjeng Nabi
Nabi
ü   
Wawacan Amir Hamzah
Paman Nabi
ü   
Kitab Waruga Jagad
Sejarah Sumedang

Kitab Layang Darmaraga
Sejarah Sumedang

Catatan: Banyak naskah yang hilang dikarenakan kurangnya keamanan dan tidak dikembalikan saat dipinjam.













BENDA PUSAKA yang ada DI MUSEUM PRABU GEUSAN ULUN

Museum Prabu Geusan Ulun mempunyai sekitar 2800 koleksi benda pusaka. Nama-nama benda pusaka tersebut diantaranya:

Ø  Kereta Kencana Naga Paksi
Ø  Keretek
Ø  Gamelan Sari Oneng Parakansalak
Ø  Gamelan Sari Oneng Mataram
Ø  Gamelan Panglipur
Ø  Gamelan Sekar Oneng
Ø  Gamelan Sanglir
Ø  Gamelan Talun
Ø  Wayang Golek
Ø  Wayang Kulit
Ø  Pedang Quait
Ø  Pepeten (Tempat menyimpan alat kecantikan)
Ø  Seperangkat meja kerja
Ø  Pelita
Ø  Peti kayu
Ø  Meja dan kursi kerja
Ø  Penutup tempat tidur
Ø  Mahkota Binokasih
Ø  Tombak Trisula
Ø  Tombak polos dan batang
Ø  Tombak bermata kujang
Ø  Gobang dan golok
Ø  Keris lurus dan kerus eluk
Ø  Keris Panunggul Naga
Ø  Keris Ki Dukun
Ø  Keris Kujang
Ø  Pedang Ki Mastak
Ø  Duhung/Badik Curuk Aul
Ø  KerisNagasasra


PUSAKA PENINGGALAN YANG MASIH ADA DIMUSEUM

No.
Nama Pusaka
Peninggalan
ü   
Pedang Ki Mastak
Prabu Taji Malela
ü   
Keris Ki Dukun
Prabu Gajah Agung
ü   
Keris Panunggul Nanga
Prabu Geusan Ulun
ü   
Keris Nagasasra
RAA Surjanagara Kusumadinata
ü   
Keris Nagasasra
Pangeran Bangsa Gempol
ü   
Duhung Curuk Aul
Sanghyang Aul

Badik Curuk Aul
Sanghyang Aul

Objek yang saya anggap menarik yaitu :
GAMELAN SARI ONENG PARAKANSALAK
Foto0472.jpg
Menurut data dari administratur ANDRIAN WALLRAFLENHOLLE perkebunan teh parakansalak sukabumi,  GAMELAN SARI ONENG PARAKANSALAK dibuat disumedang tahun 1925. Saat itu sumedang merupakan pusat budaya dijawa barat. Sedangkan rancaknya sesuai lambing-lambang yang ada menurut cerita dibuat dari kayu besi di muangthai.
Pada tahun 1883 GAMELAN SARI ONENG PARAKANSALAK ikut pameran internasional diamsterdam dalam rangka pameran the sedunia. Pada tahun 1989 ikut pameran EXPOSITION UNIVERSSELE dalam rangka promosi the diparis. Dan pada tahun 1893 ikut pameran dalam rangka promosi the cicago.
Pada tahun 1942 GAMELAN SARI ONENG PARAKANSALAK diserahkan pada bupati sukabumi yaiyu R.A.A SOERIA DANOENINGRAT, wafat maka para ahli menitipkan GAMELAN SARI ONENG PARASALAKAN menitipkan kepada MUSEUM PRABU GEUSAN ULUN SUMEDANG.
KEMBALINYA GONG BESAR
Pada tahun masuknya GMELAN SARI ONENG PARASALAKAN kembali kesukabumi setelah keliling dieropa dan amerika yaitu gongnya besar tertinggal diamsterdam maka pada bulan april 1989 gong besar tersebut dikembalikan ke MUSEUN PRABU GEUSAN ULUN SUMEDANG melalui  duta besar kerajaan belanda kepada keluarga A.R.R.SOERIADANOENINGRAT.
DAFTAR KOLEKSI BUKU
PERPUSTAKAAN MUSEUM PRABU GEUSAN ULUN

No Urut
No Her.
Klasifikasi


1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
000 – 099
100 – 199
200 – 299
300 – 399  
400 – 499
500 – 599
600 – 699
700 – 799
800 – 899  
900 – 999
Karya Umum
Ilmu Filsafat
Agama
Ilmu – Ilmu Sosial
Bahasa
Ilmu – Ilmu Murni (Pasti Alam)
Ilmu – Ilmu Terapan
Kesenian, Hiburan & Olahraga
Kesusastraan
Geografi & Sejarah Umum



                                                                    









DAFTAR NAMA-NAMA NASKAH KUNO

 “QUR’AN TULISAN TANGAN TAHUN 1856”
*         Asal Buku                             :    Hasil tulisan tangan R. H. Abdul Majid –      
                                                  Kaum Sumedang 
*         Huruf                                   :    Arab
*         Bahasa                                 :    Arab

.         “WAWACAN SYECH ABDUL KODIR JAELANI”
*         Asal Buku                             :    R. Ating Natadikusumah
*         Huruf                                   :    Arab
*         Bahasa                                 :    Arab
*         Isi                                       :    Menceritakan tentang Riwayat Syech
                                                  Abdul Kodir Jaelani

“NASKAH MENGENAI PRABU SILIWANGI”
*         Asal Buku                             :    Rd. Ayu Raja Ningrat – Istri Bupati  
                                                  Bandung R.A.A Martanegara
*         Huruf                                   :    Sunda Kuno
*         Bahasa                                 :    Jawa Kuno
*         Isi                                       :    Mengenai Prabu Siliwangi

“NASKAH SUNDA / KUMPULAN NASKAH-NASKAH SUNDA”
*         Asal Buku                             :    Lembaga Kebudayaan UNPAD Bandung
*         Huruf                                   :    Latin
*         Bahasa                                 :    Indonesia
*         Isi                                       :    Catatan kumpulan-kumpulan naskah-
                                                      naskah Sunda

“WAWACAN ANGLING DARMA”
*         Asal Buku                             :    R. Ating Natadikusumah
*         Huruf                                   :    Pegon
*         Bahasa                                 :    Jawa Baru
*         Bentuk Karangan                  :    Puisi / Tembang

WAWACAN PANGANTEN TUJUH”
*         Asal Buku                             :    R. Ating Natadikusumah
*         Huruf                                   :    Arab
*         Bahasa                                 :    Arab
*         Isi                                       :    Menceritakan Panganten Tujuh

“TERJEMAHAN PANGANTEN TUJUH”
*            Asal Buku                            :    R.A Bulkini
*            Huruf                                 :    Latin
*            Bahasa                                :    Sunda
*            Isi                                      :    Menceritakan Tentang Panganten Tujuh

“WAWACAN SULUK DUA PANDITA RAI SARENG RAKA”
*            Asal Buku                            :    R. Ating Natadikusumah
*            Huruf                                 :    Arab
*            Bahasa                                :    Sunda
*            Isi                                      :    Menceritakan dua Pandita Rai sareng
                                               Raka

“KITAB WARUGA JAGAT”
*            Asal Buku                            :    R. Ngabehi Parana ditulis tanggal 8
                                               Rayagung Taun Alip 1117
*            Huruf                                 :    Arab
*            Bahasa                               :    Jawa Kuno

HIKAYAT SHAYID ABDULLAH
*            Asal Buku                             :     R.Fatimah Hamid
*            Bahasa                                :    Sunda
      
“TERJEMAHAN KITAB WARUGA JAGAT DENGAN BENTUK BARU”
*            Asal Buku                            :    R. Ngabehi Parana ditulis tanggal 8
                                               Rayagung Taun Alip 1117
*            Huruf                                 :    Jawa Kuno
*            Bahasa                                :    Arab
WAWACAN AMIR HAMZAH
*            Asal Buku                            :    Raden Ayu Rajaningrat/ R.Fatimah Hamid
*            Huruf                                 :    Arab
*            Bahasa                                :    Sunda berasal dari bahasa Jawa Kuno
*            Bentuk Karangan                 :    Wawacan
*            Isi                                      :    Menceritakan Amir Hamzah

HIKAYAT KANJENG NABI MUHAMMAD SAW
*            Asal Buku                             :     R.Fatimah Hamid
*            Bahasa                                :    Sunda
*            Bentuk karangan                 :    Hikayat
*            Isi                                      :    Menceritakan Hikayat Kanjeng Nabi
                                                 Muhammad Saw semasa kecil              
              
WAWACAN ANGLING DARMA
*            Asal Buku                             :     R.Fatimah Hamid
*            Bahasa                                :    Sunda
*            Bentuk karangan                 :    Wawacan
*            Isi                                      :    Menceritakan hal ihwal  Angling Darma           
HIKAYAT SYECH ABDUL KADIR JAELANI
*            Asal Buku                             :     R.Fatimah Hamid
*            Bahasa                                :    Sunda
*            Bentuk karangan                 :    Wawacan
*            Isi                                      :    Menceritakan hikayat Syech Abdul
                                               Kadir Jaelani

MANAKIB SYEH ABDUL KADIR JAELANI
*            Asal Buku                             :     R.Fatimah Hamid
*            Bahasa                                :    Sunda
*            Bentuk karangan                 :    Manakib
*            Isi                                      :    Menceritakan  Syech Abdul Kadir
                                               Jaelani          
      
WAWACAN BATARA RAMA
*            Asal Buku                             :     R.Ating Natadikusumah/dari m.Juned-Lebe
*            Bahasa                                :    Arab
*            Bentuk karangan                 :    Tembang, puisi.
*            Isi                                      :    Menceritakan Batara Rama dan Shinta            
KITAB NASEHAT KE I DAN KE II
*            Isi                                      :     Nasehat & Pepatah                                                                                                          
*            Huruf                                  :    Arab
*            Bahasa                                 :     Sunda  dan Jawa
*            Bentuk Karangan                  :     Lagu /Puisi

WAWACAN  KANGJENG NABI MUHAMMAD SAW
*            Asal Buku                             :      R.Ating Natadikusumah
*            Isi                                        :      Riwayat Nabi Muhammad SAW
*            Bahasa                                 :     Arab
*            Huruf                                  :     Arab

TERJEMAHAN KITAB NASEHAT  I – II
*            Asal Buku                             :    R.A.Bulkini
*            Isi  Buku                              :    Nasehat dan pepatah
*            Bahasa                                 :    Sunda
*            Bentuk                                 :   Lagu    (asmarandana)
      
KITAB PARIRIMBON
*            Bahasa                                :    Jawa Arab
*            Bentuk karangan                 :    Macam Paririmbon / Prosa
*            Isi                                      :    Paririmbon               
              
TERJEMAHAN KITAB NASIHAT 1 DAN 2
*            Asal Buku                             :     R. Bulkini
*            Huruf                                 :     Tulisan Latin
*            Bahasa                                :    Sunda
*            Bentuk karangan                 :    Lagu
*            Isi                                      :    Papatah          

SEJARAH SUMEDANG HURUF ARAB
*            Asal Buku                             :     R. Adipati Suryalaga 1
*            Bahasa                                :    Sunda
*            Bentuk karangan                 :    Sejarah

TERJEMAHAN BATARA RAMA 1 DAN 2
*            Asal Buku                             :     R. Bulkini
*            Bahasa                                :    Sunda
*            Bentuk karangan                 :    Nyanyian
*            Isi                                      :    Cerita Batara Rama dan Shinta
              
SEJARAH KABUPATEN SUMEDANG KE 1 DAN 2
*            Asal Buku                             :     YPS
*            Bahasa                                :    Indonesia
*            Bentuk karangan                 :    Sejarah
*            Isi                                      :    Sejarah Sumedang             
              
HADA SOHIBUL KITAB QUR’AN
*            Asal Buku                             :     Tulisan Tangan Rd. Penghulu Besar
                                                Sumedang Tahun 1274               
*            Huruf                                 :     A r a b
*             
HADA SOHIBUL KITAB QUR’AN
*            Asal Buku                            :     Tulisan Tangan Rd. Penghulu Besar
                                               Sumedang Tahun 1274                
*            Huruf                                 :    A r a b
*            Bahasa                                :    Arab
        
SEJARAH SUMEDANG
*            Asal Buku                             :     R. Adipati Surialaga 2 dalem talun      
*            Bahasa                                :    Arab

RUKUN SYAHADAT
*            Asal Buku                             :     R. Jamu                                             
*            Bahasa                                :    Arab
*             
RIWAYAT NABI YUSUF
*            Asal Buku                             :     R. Jamu                                             
*            Huruf                                 :     A r a b
*            Bahasa                                :    Arab
*            Isi                                      :    Riwayat Nabi Yusuf
        
RIWAYAT TENTANG ABDULLOH
*            Asal Buku                             :     R. Djamu                                           
*            Bahasa                               :    Arab
      
CERITA BABAD DAN ILMU MA’RIFAT
*            Asal Buku                             :     R. Djamu                                           
*            Huruf                                 :     A r a b
*            Bahasa                                :    Arab
        
TAFSIR SURAT TABAROK
*            Asal Buku                             :     R. Djamu                                           
*            Huruf                                 :     A r a b
*            Bahasa                                :    Arab
              
WAWACAN AMIR HAMZAH
*            Asal Buku                             :     R. Djamu                                           
*            Huruf                                 :     A r a b
*            Bahasa                                :    Arab
*            Isi                                      :    Riwayat Amir Hamzah
        
Gambar gambar yang ada didalam MUSEUM PRABU GEUSAN ULUN


Gambar nagapaksi asli
 


   
Gambar gamelan
Gambar pusaka
Gambar wayang
Gambar andong
        gambar al-qur’an     
 

PENUTUP
Kesimpulan
Dari penelitian yang saya teliti saya menyimpulkan bahwa masih banyak benda-benda pusaka yang tersimpan di MUSEUN PRABU GEUSAN ULUN SUMEDANG, meskipun ada juga yang hilang, ada juga naskah-naskah kuno yang masih tersimpan di museum tersebut, akan tetapi naskah-naskah tersebut disimpan dengan rapi agar tidak rusak, karena kondisi naskah tersebut kebanyakan sudah lapuk,
Didalam MUSEUM PRABU GEUSAN ULUN masih banyak sastra-satra kuno yang tersimpan, maka dari itu kita sebagai anak bangsa harus menjaga sastra-sastra kuno tersebut agar tidah hilang dan tidak dicuri oleh orang yang ingin mengambilnya.
Jika ada keterangan atau kata-kata yang kurang saya minta maaf sebesar-besarnya, demikian kesimpulan laporan yang saya buat, terimakasih